Kementan Dorong Program Korporasi Petani Tingkatkan Produksi Padi

Toboali – Kementerian Pertanian mendorong korporasi petani sebagai model kelembagaan kerja sama ekonomi kelompok petani dengan orientasi agribisnis melalui konsolidasi lahan menjadi satu hamparan, tetapi dengan tetap menjamin kepemilikan lahan masing-masing petani.

“Dengan korporasi petani, pengelolaan sumber daya bisa lebih optimal karena dilakukan secara lebih terintegrasi, konsisten, dan berkelanjutan sehingga terbentuk usaha yang lebih efisien, efektif dan memiliki standar mutu tinggi mendorong pertumbuhan ekonomi di perdesaan,” Kata Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Wahyu Wibawa di Toboali, Sabtu.

Ia mengatakan untuk mewujudkan hal tersebut beberapa waktu lalu telah ditandatangani perjanjian kerjasama antara BPTP Babel, Dinas Pertanian Provinsi, PT BPD Sumsel Babel dan PT Tani Pranata Jaya (Tanaya) yang dirangkai pada acara Ekspose Inovasi Balitbangtan di Kebun Percobaan (KP) Batu Betumpang, Bangka Selatan.

“Pilot project dari kegiatan pertanian koorporasi tahun ini, rencananya akan dilaksanakan di Kabupaten Belitung Timur pada hamparan 50 hektar untuk komoditas padi,” katanya.

Pemilihan komoditas padi didasarkan pada kondisi saat ini Babel belum mampu untuk berswasembada beras, sehingga dengan kegiatan ini diharapkan mampu mendorong upaya swasembada beras di Bangka Belitung.

BPTP Babel bersama Dinas Pertanian Provinsi akan menyiapkan penetapan lokasi dan petani calon peseta serta melaksanakan bimbingan teknis intensifikasi budidaya padi bersama dengan PT Tani Pranata Jaya.

Sedangkan PT BPD Sumsel Babel menyediakan skema perkreditan yang sesuai dengan kebutuhan pembiayaan usahatani padi berdasarkan rekomendasi BPTP dan Dinas Pertanian.

Untuk melindungi petani terhadap risiko kegagalan usaha, peserta juga dilibatkan dalam Asuransi Usaha tani Padi (AUTP).

Pertanian koorporasi juga sebagai salah satu upaya untuk mengoptimalkan penggunaan lahan yang selama ini belum optimal, yang tentunya dengan dukungan sarana prasarana sehingga indeks pertanaman (IP) juga dapat ditingkatkan.

Kelembagaan petani menjadi sangat penting sehingga perlu diperkuat sehingga dapat dengan mudah mendapatkan akses ekonomi yang lebih luas dalam hal keterjaminan pemasaran dan permodalan dari bank-bank komersial yang mungkin selama ini belum berjalan maksimal.

Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman  mengapresiasi dengan model pertanian koorporasi yang akan segera dilaksanakan guna peningkatan produksi dan kesejahteraan petani.

“Kami sangat mengapresiasi model ini, untuk itu diharapkan program ini segera terealisasi sehingga produksi padi dapat optimal,” katanya. (Ant)