Bangka Barat Dorong Inovasi Produk UKM

Muntok – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendorong para pelaku usaha kecil dan menengah melakukan inovasi produk agar berdaya saing.

“Persaingan pasar semakin ketat, dengan adanya inovasi produk diharapkan berbagai usaha yang sudah berjalan selama ini mampu bertahan dan berkembang,” kata penyuluh usaha kecil dan menengah Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Kabupaten Bangka Barat, M Soim Hidayat di Muntok, Rabu (12/12/18).

Menurut dia, inovasi bisa dilakukan dengan berbagai pola dan diperlukan untuk menambah variasi produk sekaligus mencari alternatif bahan baku sejenis yang lebih murah.

Selain itu, pertimbangan bentuk desain kemasan dan pola pemasaran kekinian juga diyakini akan mampu menambah daya tarik bagi konsumen membeli produk yang dihasilkan pelaku usaha kecil dan menengah.

“Untuk pengayaan keterampilan dan pengelolaan usaha, kami laksanakan beberapa pola pendampingan, salah satunya menggelar pelatihan inovasi dan pengembangan usaha industri kecil dan menengah yang sedang digelar di Muntok,” katanya.

Pelatihan dengan mendatangkan langsung narasumber praktisi dari Pontianak digelar selama empat hari mulai Selasa (11/12/18) diikuti sebanyak 20 orang ibu rumah tangga yang diproyeksikan mampu membuka usaha mandiri.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta diajari cara mengenal bahan yang banyak terdapat di sekitarnya, namun belum termanfaatkan untuk dijadikan bahan baku produk.

“Daerah ini terkenal sebagai penghasil nangka, cempedak, nanas, jambu air dan aneka jenis buah lain yang cukup banyak, namun selama ini hanya dijual dalam bentuk segar,” katanya.

Dengan bahan baku buah tersebut, para peserta diberikan materi inovasi pengembangan kewirausahaan yaitu pembuatan makanan berbahan baku buah yang ada.

Para peserta diajak memroduksi tempe berbahan biji cempedak dan biji nangka, mengolah nanas menjadi abon, bakso nanas dan lainnya.

“Pola ini merupakan salah satu bentuk inovasi yang diharapkan bisa menjadi bekal para peserta berinovasi dalam usaha yang digeluti, jadi produk yang dihasilkan tidak monoton, namun tetap berkualitas,” katanya.

Dengan berbagai bekal yang diberikan diharapkan para pelaku usaha mampu memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitarnya dan memberi nilai tambah melalui pengolahan sederhana. (Ant)